Sabtu, 07 Maret 2009

BENJOLAN DI DEPAN TELINGA, TUMOR KELENJAR LUDAH PAROTIS

Tanya :
Dokter, saya laki-laki 42 tahun, saat ini di pipi kiri saya , persisnya di depan telinga kiri ada benjolan sebesar telur puyuh. Benjolan tersebut sudah saya rasakan sekitar setahun , tidak terasa sakit , namun kelihatan menonjol diatas pipi saya.
Apakah itu tumor atau kanker dok ? Tumor jenis apa itu dok ? Apakah dapat diobati?
Apa yang harus saya lakukan dok ? Terimakasih atas jawabannya.
(Rudi, Pontianak).
Dokter, isteri saya, 45 tahun , menderita adanya benjolan di depan telinga kanan yang dirasakan sudah 6 bulan dan cepat membesar. Sudah pernah berobat di salah satu rumah sakit , oleh dokternya dikatakan tumor parotis.
Sekarang dari benjolan makin membesar dan keras . Apakah itu kanker dok ?
Apakah masih dapat diobati ? Apa bahayanya dok ? Terimakasih atas jawabannya dan saya tunggu dok. ( Mamat , Pontianak ).

Jawab :
Jaringan dan organ yang terdapat di depan telinga kiri dari luar ke dalam terdiri dari kulit, jaringan ikat dan pembuluh darah, kelenjar ludah parotis, otot-otot untuk mengunyah dan tulang serta mukosa mulut.
Benjolan yang sudah agak lama , kemungkinan besar adalah tumor. Apakah itu tumor jinak atau ganas dan berasal dari jaringan atau organ apa benjolan itu tumbuh tentunya harus diperiksa lebih lanjut.
Namun kebanyakan benjolan di depan telinga kiri adalah berasal dari kelenjar ludah parotis.
Kelenjar ludah dari segi fungsinya termasuk sistim pencernaan karena menghasilkan cairan atau sekret berupa air liur dan enzym yang berguna untuk proses pencernaan maupun menelan.
Supaya diketahui bahwa air liur terus menerus diproduksi dan sehari dapat mencapai 1000 cc.
Berdasarkan ukurannya kelenjar ludah dibagi dua kelompok yaitu kelenjar ludah mayor dan kelenjar ludah minor.
Kelenjar ludah mayor terdiri dari kelenjar parotis , kelenjar submandibula, kelenjar sublingual. Kelenjar ludah minor terdapat beberapa macam , terletak di dalam rongga mulut, di langit-langit mulut, di dasar lidah.
Kelenjar parotis terletak di depan dan bawah telinga telinga kiri maupun kanan , merupakan kelenjar ludah terbesar dengan berat rata-rata 25 gram.
Letaknya kira-kira diantara depan / bawah lubang telinga luar dan ujung tulang dagu .
Kelenjar parotis secara anatomis terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian permukaan (superficial) dan bagian dalam (profundus) , dimana yang membatasi bagian permukaan dalam dan luar ini adalah saraf wajah , yaitu Nervus VII atau Nervus Fascialis. (Lihat gambar).
Saraf ke tujuh ( N.VII ) keluar dari suatu lubang kecil diantara ujung tulang dagu dan ujung otot leher dan bawah lubang telinga , kemudian bercabang-cabang untuk memberikakan persarafan ke otot-otot wajah, bibir atas, hidung, kelopak mata, bibir bawah, dagu dan leher.

Tumor Parotis
Tumor kelenjar ludah menempati kira-kira 5 % dari seluruh tumor di daerah leher dan kepala. Tumor kelenjar ludah mayor 5 kali lebih banyak daripada tumor kelenjar ludah minor.
Dari seluruh tumor kelenjar ludah mayor, 70 % - 80 % nya adalah tumor parotis. Tumor parotis sebagian besar adalah jinak yaitu hampir 80 %, sedangkan yang ganas sekitar 20 %.
Tumor jinak parotis pertumbuhannya relatif lambat, biasa pada usia muda , tidak terasa nyeri, tidak ada gangguan pada persarafan nervus tujuh dan tidak pernah menyebar jauh.
Tumor ganas parotis pertumbuhannya biasanya cepat, sering terjadi pada usia diatas 50 tahun , sering menyebabkan rasa sakit, terabanya keras sampai dapat teraba seperti batu, dan dapat menyebabkan gangguan pada saraf ketujuh seperti mulut mencong dan mata sukar menutup.
Untuk memastikan diagnosis tumor parotis apakah jinak atau ganas, memang agak berbeda sedikit dengan penanganan tumor lainnya.
Pada kasus-kasus dimana tumor masih tidak terlalu besar dan masih dapat dioperasi, maka dilakukan pengangkatan pada tumor tersebut .
Bila tumor tumbuh dari kelenjar parotis bagian permukaan , maka seluruh kelenjar parotis dan tumor yang ada di permukaan atau persisnya berada diatas nervus tujuh harus diangkat semua. Tindakan ini disebut parotidektomi superficial.
Setelah diangkat, maka tumor diperiksakan ke patologi anatomi untuk dipastikan jinak atau ganasnya.
Kalau dari awal tumor sudah dicurigai ganas, dan ukurannya besar sekali dan keras, kalau ada sarana pemeriksaan patologi anatomi potong beku atau Vries Coupe (VC) pada saat penderita dioperasi. Bila positif ganas, maka tindakannya adalah mengangkat seluruh kelenjar parotis bagian dalam dan permukaan . Tindakan ini disebut parotidektomi total.
Resiko operasi atau komplikasi yang mungkin terjadi akibat operasi adalah cedera pada saraf ke tujuh, dengan gejala kelopak mata atas sulit menutup, mulut terlihat menyon. Bisa juga terjadi baal-baal atau berkurangnya rasa pada daerah sekitar telinga. Kalau pengangkatannya hanya tumornya saja dikemudian hari bisa terjadi kekambuhan. Tidak jarang tumor yang kambuh ini adalah ganas.
Pada tumor ganas yang ukurannya sangat besar dan keras, maka dilakukan VC. Bila sarana VC tidak ada , maka dapat dilakukan biopsi tusuk jarum .
Bila positif ganas, dan secara tehnik masih dapat dilakukan operasi, biasanya akan mencederai saraf ketujuh, dan terkadang memang saraf ketujuhnya harus diangkat karena sudah termakan oleh kankernya.
Radioterapi diberikan pada kasus kanker kelenjar parotis yang sudah tidak memungkinkan dioperasi .
Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada pertanyaan tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi :
HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika), di Jl.A.R.Saleh (BLKI) No.A5, Pontianak, Telp. (0561)-583999.

6 komentar:

  1. saya sudah baca artikel di atas,dan saya tidak tau apa benar itu seperti penyakit saya,begini nih curhatnya
    ini di belakang telinga sering terjadi benjolan bergantian kanan kiri,saya kira seperti jerawat biasa soalnya klo rada tua bisa di paksa kluar isinya lalu berganti seperti biasa kluar di sisi baliknya,tp kali ini semakin besar dan kerasa bengkak di leher,apakah itu tumor? bisa di jelaskan

    BalasHapus
  2. cara apa yang harus dilaaaaaaaaaaaaaaaaaakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut dengan benjolan ditelinga

    BalasHapus
  3. Dok, tanya dong.. Kalo saya ada benjolan di telinga sebelah atas, jadi masih di bagian daun telinga, tapi yang mepet ke pipi.. Nah, dulu saya pernah disengat lebah di daerah situ dan masih ada bekas seperti lubang kecil dan agak menggembung..
    Nah, itu kalo dipencet, keluar seperti benang pasta(lembek) berwarna putih kekuningan dan berbau..
    Itu kenapa ya dok? Selama ini belum saya bawa ke dokter, karena belum mengganggu(kecuali baunya), dan cuma saya bersihkan saja..
    Tolong jawabannya dok..
    Terima kasih..

    BalasHapus
  4. Boleh tanya dok, apakah awal mula timbulnya tumor ini terjadi migren yg sangat hebat??? Dan rasanya sakit sampai ke otak kecil sebelah kiri??? sudah 3 hari ini saya menemukan benjolan di depan lubang telinga saya, di pipi sebelah kiri, ujung tulang rahang. Awalnya saya migren hebat.. saya pikir radang tenggorokan, krn 1 minggu sebelumnya sayang pusing dan demam.. Benjolan ini agak landai, namun jika diraba dalemnya agak keras dan sakit jika disentuh.. mata saya pun penglihatannya mulai terganggu.. krn memang silindris, saya pikir silindrisnya bertambah.. apakah gejala yg saya alami juga termasuk tumor kelenjar ludah???? tolong dijawab dok.. terima kasih banyak :)

    BalasHapus
  5. Dear dokter.
    Saya mempunyai benjolan di bawah telingga sebesar telur puyuh dan sekarang sudah dioperasi (biopsi) dipastikan dari hasil PA bahwa benda tersebut adalah tumor jinak, pertanyaan saya.:
    Pasca operasi jahitan sudah kering tapi tempat asal benjolan masih membengkak, kata dokter yang menangani (bedah) saya kemarin itu adalah tumpukan air liur yang mengisi kekosongan tempat bekas o[perasi kemarin. beberapa hari yang lalu sempat di drainasi buat buang cairan tersebut, setelah 2 hari drainasinya mengering dilepas, namun sekarang kayaknya cairan itu ada lagi, terlihat pembengkakan duibekas benjolan asal yang empuk (lembek) tetapi penuh seperti bisul, apa yang harus saya lakukan lagi?
    Dokter Bedah meminta saya kontrol lagi 1 bulan kedepan, tetapi benjolan air liur tersebut saat ini masih ada kadang kempes sedikit kadang kencang lagi terutama pada saat mengunyah makanan ( makan).
    apa yang sebaiknya saya lakukan apakah kembali menemui dokter bedah untuk dilakukan drainasi lagi atau menunggu 1 bulan kedepan?
    dokter juga mengatakan bahwa beliau masih mengusahakan perekatan bekas pengambilan benjolan tadi secara alamiah, namun bila dalam 1-3 bulan kedepan belum berhasil maka akan dilakukan injeksi untuk membantu perekatan bagian yang terisa benjolan tadinya,
    Suntikan apakah yang dilakukan untuk membantu proses perekatan tersebut? apakah akan terasa sakit atau adakah resiko terhadap saraf saya ( saat ini bbibr saya mansih agak menyon saat mengucapkan huruf O dan kalau kumur2 mulut tidak bisa rapat, sedangkan daun telinga bawah masih terasa baal,
    Atas bantuan jawaban dokter saya haturkan terimakasih

    BalasHapus
  6. kalo benjolannya di depan telinga tapi nggak terasa sakit?itu bagaimana,dok?

    BalasHapus