Sabtu, 07 Maret 2009

BILA KANKER DIOPERASI, APAKAH AKAN MENYEBARKAN KANKERNYA KE SELURUH TUBUH ?

Bila Kanker dioperasi,
Apakah Akan Menyebarkan ke seluruh Tubuh ?

Tanya :
Dokter, saya mau bertanya, ada anggapan yang menyatakan bahwa bila kanker dioperasi maka akibatnya lebih fatal karena kanker malah akan menyebar kemana-mana ? Hal inilah yang menyebabkan seseorang yang menderita kanker manjadi takut untuk berobat ke dokter dan akhirnya memilih berobat dengan cara pengobatan alternatif. Benarkah anggapan yang demikian itu dok ? Mohon penjelasan dari dokter. Terimakasih. ( Leni, Pontianak)


Jawab :

Kanker, terutama kanker jenis solid atau padat, pada umumnya tumbuh di satu tempat saja misalnya di payudara , di usus, di kulit, di rahim, namun seiring perjalanan waktu kanker akan tumbuh dan merusak jaringan disekitar kanker itu tumbuh dan pada akhirnya akan menyebar kemana-mana ke seluruh tubuh atau metastasis jauh, walaupun kanker itu tidak dioperasi. Mengapa demikian . Karena kanker memiliki sifat yang khas yaitu :
1. Tumbuh autonom ,artinya sel kanker mempunyai sifat untuk tumbuh terus menerus tanpa henti dan tanpa batas, liar, semaunya sendiri dan terlepas dari kendali pertumbuhan normal.
2. Menyusup dan merusak ( infiltrasi) ke jaringan dan organ sekitarnya dan metastasis atau menyebar ke tempat jauh, seperti ke paru, liver, tulang, otak dll.
Sel kanker dapat bergerak sendiri seperti amoeba dan lepas dari gerombolan sel-sel tumor induknya, masuk diantara sel-sel normal disekitarnya. Akibatnya timbul perlekatan ke jaringan sekitar (infiltrasi) dan sel kanker juga masuk ke pembuluh atau kelenjar getah bening maupun ke pembuluih darah mengadakan metastasis jauh baik ke kelenjar getah bening maupun ke paru, tulang,otak,lever dan lainnya.
3. Daya adhesi dan kohesi (daya perlekatan antar sel) sel kanker sangat kurang. Akibat dari hal ini, sel kanker mudah sekali lepas dari gerombolan sel induknya bila ada sedikit tekanan saja dan menyebabkan penyususpan diantara sel-sel normal.
Tidak semua kanker dikatakan melakukan metastasis. Pada kanker yang bukan kelompok kanker solid, misalnya pada kanker darah leukemia ,juga kanker kelenjar getah bening, sifat kanker golongan ini adalah kanker sistemik yang artinya saat terjadi dapat langsung ada di seluruh tubuh.
Oleh karena sifatnya yang khas dan membahayakan itulah, maka dalam menangani kanker ada prinsip onkologi atau bedah kanker yang harus diikuti,antara lain :
1. Tidak memakai anestesi infiltrasi (bius lokal ).Karena dengan anestesi infiltrasi, sel kanker dapat didorong menyebar oleh jarum suntik, juga tekanan yang ditimbulkan oleh cairan obat bius lokal dapat menyebabkan penyebaran sel kanker.
2. Tidak menekan-nekan massa tumor.
3. Masa tumor tidak boleh ditarik-tarik. Tekanan maupun tarikan pada masa tumor akan menyebabkan kapsul dan masa tumor atau kanker akan pecah, sehingga terjadi penyebaran.
4. Tumor harus diangkat dengan jaringan sehat sekitarnya. Saat mengangkat tumor, tidak boleh langsung memotong tumornya, tetapi harus dengan jaringan sehat sekitarnya ,bisa 1-3 cm bahkan lebih, diluar batas tumor, supaya akar-akar tunor atau kanker ikut terangkat.
5.Daerah kelenjar diangkat dalam satu kesatuan dengan tumor primernya. Contohnya pada operasi kanker payudara, maka kelenjar getah bening ketiak harus dibersihkan dan diangkat bersama kanker payudaranya.
6. Tidak menyentuh daerah parut bekas operasi atau borok dan luka akibat kanker.
7. Beberapa prinsip lainnya, seperti pemberian khemoterapi atau radioterapi bila kanker sudah dioperasi sebelumnya dan terjadi kekambuhan.
Operasi bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menjamin kesembuhan terapi kanker. Banyak faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan antara lain stadium saat kanker mulai diobati dimana makin dini stadiumnya maka hasil pengobatannya akan semakin baik ; jenis histopatologis sel kanker ; derajat keganasan kanker ; terapi kombinasi lainnya seperti khemoterapi , radioterapi atau terapi hormonal. Selain itu juga kondisi pasien , usia, gizi dan banyak faktor lagi.
Dari berbagai penelitian sudah dibuktikan, walaupun kanker masih berukuran kecil, ternyata secara mikroskopis sering sudah ditemukan sel kanker pada kelenjar getah bening di dekatnya. Sebagai contoh, pada kanker payudaraa stadium satu, sering pada pemeriksaan patologi anatomi pada kelenjar getah bening ketiak sudah positif ada penyebaran sel kanker. Pada keadaan ini setelah operasi, wajib diberikan khemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker mikroskopis tersebut yang belum tampak oleh mata biasa, sehingga tidak terjadi kekambuhan maupun metastasis jauh.
Bila kanker ditangani dengan baik, sesuai kaidah onkologi, Insya Allah , kekhawatiran akan kekambuhan dan penyebaran kanker kecil kemungkinannya untuk terjadi. Namun ada syaratnya, yaitu setelah operasi juga dilakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan ada tidaknya mikrometastasis, setelah itu dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti dengan khemoterapi atau radiasi, sesuai dengan jenis dan stadium penyakit kankernya. Makin dini stadium kanker diobati,makin baik hasil pengobatannya dan resiko penyebaran makin kecil juga.
Permasalahan yang sering timbul adalah, masyarakat umumnya akan takut bila sudah didiagnosis kanker oleh dokter, kemudian mencari pengobatan alternatif ke orang pintar. Ada yang ditusuk-tusuk, dipijat, ditekan-tekan dengan ramuan, diurut-urut, dimana semua tindakan tersebut justru akan menyebarkan sel kanker pada jaringan sekitarnya dan ke seluruh tubuh.
Setelah menyerah orang pintarnya, barulah datang ke dokter dengan stadium yang sudah lanjut. Hal inilah yang sering ditemukan di Rumah Sakit. Akibatnya pengobatan kanker tidak bisa maksimal dan sering terjadi kekambuhan, apalagi bila tidak ditunjang khemoterapi atau radiasi. Inilah yang seolah-olah membangunkan macan tidur, mengapa setelah dioperasi , kankernya kok malah menyebar ke seluruh tubuh. Padahal yang sebenarnya memang penyakit kankernya sendiri sudah ada secara mikroskopis di seluruh tubuh sebelum dioperasi sekalipun.
Prinsipnya, harapan kesembuhan atau prognosis kanker adalah tergantung pada stadium kanker saat mulai diobati. Selain itu faktor lain yang ikut berpengaruh antara lain tehnik operasi yang mengikuti kaidah onkologi ; obat-obatan kombinasi yang diberikan; kontrol atau follow up setelah operasi dan banyak faktor lagi.
Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab, bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghunbungi : HP 081321862268 / 0561-7535262 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak ( Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl. A.R. Saleh (BLKI) No A-5, telp. 0561-583999.
Untuk Konsultasi :
1. Klinik Bedah Tumor/Onkologi RSUD Soedarso
2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak.

1 komentar:

  1. dok.... saya pernah operasi tumor rectum stadium B2 di penang pada bln tgl 5-07 2012,setelah itu saya sempat kemoterapi 2x dipenang dan karena keterbatasan biaya sya ngak melakukan terapi lagi seperti yg dianjurkan dr yaitu 8x.Terakhir kali bln 11 saya cek darah saya CEA nya 0,8,apakah sel kanker saya bisa tumbuh dan menyerang yg lain?karena saya merasa leher saya ada benjolan di sebelah kanan bawah...umur saya 43thn ,pria

    BalasHapus