Sabtu, 07 Maret 2009

BIOPSI TUSUK JARUM MEMBANTU MENENTUKAN DIAGNOSIS KANKER

Biopsi Aspirasi Jarum Halus (FNAB),
Membantu Menegakkan Diagnosis Kanker


Tanya :
Dokter, saya laki-laki 48 tahun, pada leher samping kanan dan kiri saya ada beberapa benjolan , sudah diperiksa ke dokter, diduga kemungkinan ganas. Saya dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan biopsi tusuk jarum untuk memastikannya.
Apa sih dok biopsi tusuk jarum itu dan apakah manfaatnya ? Apakah memang harus?
Apakah tidak ada cara lain untuk memastikan penyakit saya tersebut ?
Terimakasih atas jawaban dokter. ( Abdul, Pontianak).
Dok, saya wanita 44 tahun, pada payudara kanan saya ada benjolan , sudah diperiksa ke dokter dan dianjurkan untuk dioperasi tumornya. Nanti kalau sudah diangkat , tumornya diperiksakan ke laboratorium untuk memastikan jinak atau ganas. Kalau ganas , katanya saya harus dioperasi lagi. Apakah ada cara lain untuk memastikan penyakit saya tanpa harus dioperasi ? Terimakasih dok atas jawabannya.
(Tinah, Pontianak).

Jawab :

Benjolan atau tumor yang terletak dipermukaan tubuh seperti di leher atau payudara atau tempat lainnya dan dapat diraba oleh penderita sendiri dapat merupakan salah satu gejala kanker. Tentunya untuk memastikan benjolan tersebut benar-benar ganas (kanker) atau hanya tumor jinak , haruslah diperiksakan ke dokter. Saat melakukan pemeriksaan klinis , dokter akan dapat memperkirakan kemungkinan besar ke arah mana benjolan itu, ke arah jinak ataukah ganas.
Ada benjolan yang begitu diperiksa, dokter dapat memperkirakan kemungkinan besar adalah jinak atau ganas. Namun ada juga benjolan yang meragukan dan sulit untuk memperkirakan jinak atau ganasnya , dengan kata lain kemungkinan jinak dan ganasnya sama-sama kuat.
Sikap “wait and see” pada penanganan kanker tidaklah dianjurkan, karena kanker akan terus berkembang, sehingga stadium akan makin meningkat dan menyebabkan penanganannya akan lebih sulit dengan hasil yang tidak begitu baik.
Pada tumor yang secara klinis jinak, maka tumor dapat langsung diangkat.
Bila ukuran tumornya kecil dan letaknya bukan di daerah tubuh yang membahayakan dan juga penderitanya mau serta agak tahan sakit, tumor dapat diangkat dengan pembiusan lokal. Untuk tumor ukuran besar sebaiknya dengan bius umum.
Pada tumor yang secara klinis ganas, maka bius lokal tidak dianjurkan.
Untuk yang ukuran kecil, tumor dapat diangkat seluruhnya, sedangkan untuk ukuran besar maka tumor hanya diambil sebagian untuk contoh pemeriksaan.
Tumor yang sudah diangkat, baik secara klinis jinak maupun ganas harus diperiksakan ke dokter patologi anatomi, untuk dapat dipastikan jenisnya.
Hasil pemeriksaan patologi anatomi (PA) dengan cara seperti inilah yang dijadikan golden standart atau diagnosis pasti suatu tumor.
Bila hasilnya jinak, maka selesailah pengobatan tumor tersebut, namun bila ganas atau kanker, maka ada tindakan pengobatan selanjutnya apakah berupa operasi kembali atau diberikan khemoterapi atau radioterapi.
Masalahnya pemeriksaan seperti tersebut diatas untuk benar-benar memastikan apakah suatu benjolan jinak atau ganas membutuhkan waktu relatif lama, harus dioperasi dengan segala persiapannya , harus dirawat di Rumah Sakit, biaya cukup besar, perawatan luka yang baik , yang tentunya untuk sebagian orang cukup merepotkan.
Ada cara lain untuk memastikan apakah suatu benjolan itu jinak atau ganas , yaitu dengan cara biopsi tusuk jarum atau yang lebih dikenal dengan Fine Needle Aspiration Biopsy , biasa disingkat FNAB.
Apa itu FNAB ?
FNAB adalah suatu tindakan biopsi tumor atau benjolan yang dilakukan dengan jarum halus 25G berdiameter 0,5 mm atau lebih kecil, untuk mengambil contoh jaringan lalu memeriksanya dibawah mikroskop secara sitologi.
Dengan FNAB diperoleh diagnosis tumor apakah jinak atau ganas, tanpa harus melakukan sayatan atau mengiris jaringan, sehingga keraguan seorang penderita apakah dirinya menderita kanker atau tidak segera terjawab dengan cepat dan akurat.
Tindakan FNAB ini mudah dikerjakan, waktunya cepat hanya memerlukan beberapa detik, tidak nyeri, relatif tanpa komplikasi, biaya murah dan akurasinya cukup memuaskan . dapat dikerjakan pada siapa saja, laki-laki atau perempuan, orang tua , anak-anak, bahkan pada bayi.
FNAB dapat dilakukan pada tumor yang terletak di permukaan tubuh yang dapat dilihat atau diraba seperti tumor kulit, payudara, kelenjar gondok, kelenjar getah bening. Untuk tumor-tumor organ tubuh yang lebih dalam, juga dapat dilakukan FNAB, namun biasanya dibutuhkan bantuan dokter ahli radiologi untuk membimbingnya dengan USG , misalnya pada tumor paru, tumor hati, tumor ginjal, tumor pancreas dsb.
FNAB juga sangat dianjurkan pada penderita tumor atau kanker dengan keadaan umum lemah, sehingga dapat ditegakkan diagnosisnya segera dengan resiko yang rendah, dimana pemeriksaan ini biasanya tidak memberatkan kondisi pasien.
Pada kanker yang sudah ada anak sebar di kelenjar getah bening, seperti kanker nasofaring atau kanker lainnya, untuk memastikan benar tidaknya adanya anak sebar tersebut, dianjurkan dilakukan FNAB pada benjolan di kelenjar getah bening. Hal ini sangat bermanfaat untuk memastikan stadium penyakit dan tindakan selanjutnya.
Kapan sebaiknya FNAB dilakukan ? FNAB sebaiknya dilakukan sebelum operasi sehingga diagnosis tumor sudah ditegakkan sebelum tindakan operasi.
Pada saat operasi, dapat pula dilakukan FNAB untuk segera menentukan diagnosis tumor sehingga sangat membantu dokter memutuskan jenis tindakan operasinya.
Selain tindakan FNAB, pada saat atau selama operasi, ada pemeriksaan lain yaitu pemeriksaaan potong beku atau Vries Coupe ( VC ) untuk penegakkan diagnosis tumor.
Dengan VC, jenis tumor apakah jinak atau ganas sudah dapat ditentukan saat penderita masih dibius tidur, sehingga keputusan jenis tindakan operasi dapat dilakukan saat itu juga. Hal ini dapat mengurangi tindakan dua kali operasi seperti yang saat ini sering dilakukan..
Ketepatan Diagnostik FNAB
Ketepatan diagnostik diukur secara umum , tingkat spesifitas dan sensitifitas. Selain penggolongan tumor jinak atau ganas juga ditentukan jenisnya.
Laporan ketepatan diagnostik biopsi jarum halus atau FNAB untuk tumor teraba atau yang letaknya di permukaan tubuh menunjukkan hasil baik pada tumor payudara. Bila sampel sel adekuat atau cukup, ketepatan diagnostik berkisar 80-95 %.
Spesifitas mendekati 100 % sehingga memadai untuk sarana diagnosis desisif, apalagi bila ditunjang dengan mammografi dan klinis yang tepat.
Pemeriksaan kelenjar getah bening untuk menentukan lesi jinak atau ganas cukup tinggi. Kesulitan terjadi pada saat penentuan jenis tumor atau tincian klasifikasi. Bila tumor merupakan anak sebar, tidak jarang terjadi kesulitan penentuan tumor primer atau tumor induknya.
Ketepatan diagnostik FNAB tentunya sangat ditentukan oleh seorang patolog yang berpengalaman.
Saat ini FNAB sudah dapat dilakukan di Pontianak, baik di Rumah Sakit Umum Soedarso maupun Klinik atau Rumah Sakit lainnya , karena sudah ada seorang dokter ahli patologi anatomi atau patolog yang sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini yaitu dr. Henky Hartono SpPA yang sehari-harinya bekerja di RSUD Soedarso.
Untuk Bp Abdul, benjolan di leher bapak bisa saja jinak, bisa juga ganas. Kalau ganas bisa berasal dari kelenjar getah bening atau bisa juga merupakan anak sebar dari tempat lain , misalnya dari nasofaring. Sebaiknya bapak periksa ke dokter THT untuk diperiksa nasofaring, sedangkan benjolan di leher dapat dianjurkan untuk dilakukan FNAB, sehingga diagnostik penyakit bapak dapat dipastikan dan diberikan pengobatan yang sesuai.
Untuk ibu Tinah, benjolan di payudara ibu kemungkinan diduga kearah ganas, sehingga diputuskan untuk dilakukan biopsi dengan operasi. Namun dapat juga dilakukan FNAB untuk memastikan ganas tidaknya. Tetapi untuk kasus ini harus diperkuat dengan USG payudara maupun mammografi. Kalau ketiganya positif ganas, hal ini hampir sama kuatnya dengan pemeriksaan patologi anatomi biasa yang disebut paraffin blok seperti yang selama ini dilakukan.
Cara lain yaitu dengan Vries Coupe, namun sayangnya belum ada alatnya di Pontianak, sehingga VC tidak dapat dikerjakan di Pontianak.
Semoga pertanyaan bpk dan ibu sudah dapat terjawab.
Bila masih ada yang kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post, atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Spesialis Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh No. 5A ( BLKI) Pontianak , telp.(0561)-583999.
Catatan : Pertanyaan ini dijawab oleh Tim Kanker RSUD Soedarso
Dr. Henky Hartono SpPA. : Wakil Ketua Tim Kanker RSUD Soedarso.
Dr. Yusuf Heriady SpB,SpBOnk : Ketua Tim Kanker RSUD Soedarso.

2 komentar:

  1. Dokter, kalau biaya biopsi berapa yah?
    kira2 harus ada rujukan atau kita bisa langsung ke RS terdekat untuk periksa, karena saya ada benjolan di leher belakang,
    baru sadar 2 hari ini & rasanya sedikit pusing -_-'

    BalasHapus
  2. info nya sangat bermanfaat terimakasih ya dok,, tp sebelumnya saya mau tanya,, setelah konsultasi ke rs ibu saya dianjurkan untuk biopsi pada kanker rahim tetapi disamping itu ibu saya menderita diabetes,, kira2 terlalu beresiko tdk ya dok untuk melakukan biopsi tsb & berapa batasan kadar gula agar ibu saya dpt melakukan biopsi,,, mohon info nya ya dok,, terimakasih,,,

    BalasHapus