Sabtu, 07 Maret 2009

GONDOK BERACUN (STRUMA TOKSIK), APAKAH DAPAT DIOPERASI ?

Tanya :
Dokter, saya laki-laki, 38 tahun, ada benjolan di leher depan saya, sudah saya derita selama 3 tahun lebih. Sejak ada benjolan tersebut, saya juga sering cepat lelah, sering berdebar, tangan gemetar dan telapak tangan sering berkeringat. Saya sudah berobat ke dokter, dan dikatakan sakit gondok beracun, dan saya disuruh minum obat.
Obat tersebut sudah saya konsumsi selama 3 tahun lebih, awalnya gejala yang saya rasakan mulai berkurang, namun sekarang muncul lagi.Pernah oleh dokternya disarankan untuk operasi. Namun oleh dokter bedah yang menangani saya ,disarankan diobati dulu sampai keadaannya tenag katanya. Saya sudah cuikup lelah berobat dok. Apakah benjolan itu bisa dioperasi dok ? Apa bahayanya bila dilakukan operasi ? Tolong dijawab ya dok. Terimakasih. ( Yuda, Pontianak).

Jawab :
Oleh dokter yang merawat sdr, dikatakan sakit gondok beracun, itu artinya sdr
Kemungkinan sdr menderita penyakit gondok (kelenjar tiroid) atau istilah medisnya struma / goiter yang toksik atau goiter toksik difus, disebut juga penyakit Graves.
Penyakit ini menyerang kelenjar gondok, yang berupa benjolan di kelenjar gondok di kiri dan kanan dengan disertai beberapa keluhan gejala klinis.
Gejala klinis atau keluhan yang sering dirasakan oleh penderita ini adalah sering gelisah, mudah capai, mata kadang seperti melotot, berkeringat banyak, tidak tahan panas, sering terjadi penurunan berat badan tanpa penurunan nafsu makan, sering berdebar, tangan gemetar.
Penyakit ini adalah salah satu penyakit dari kelenjar gondok (tiroid). Sebagaimana kita ketahui bahwa kelenjar gondok letaknya adalah di leher bagian depan, kalau pada laki-laki kira-kira letaknya disamping jakun disebelah kiri dan kanan. Normal ukuran kelenjar gondok, masing-masing panjang sekitar 2,5-4 cm dan lebar 1,5-2 cm dan tebal 1-1,5 cm.Pada orang dewasa beratnya 10-20 gram.
Kelenjar gondok/tiroid merupakan organ khusus terbesar untuk fungsi endokrin dalam tubuh manusia. Fungsinya adalah untuk mensekresikan sejumlah hormon tiroid yang cukup untuk kebutuhan tubuh, terutama tetraiodotironin (t4) dan dalam jumlah yang lebih kecil berupa triiodotironin (T3). Hormon tiroid merangsang pertumbuhan dan perkembangan normal dan mengatur sejumlah fungsi homeostasis, termasuk produksi energi dan panas yang dibutuhkan tubuh.
Pada orang sehat, pengaturan hormon tiroid di dalam tubuh diatur sedemikian rupa sehingga kadarnya selalu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, tidak kekurangan dan tidak kelebihan . Pertumbuhan dan fungsi dari kelenjar tiroid dikendalikan melalui suatu siklus otak ( hipotalamus-hipofisis )-tiroid.- hormon dalam tubuh. Bila kadar hormon tiroid dalam tubuh berkurang, otak akan menyuruh kelenjar tiroid supaya memproduksi lebih banyak sehingga kebutuhan tercukupi, demikian pula sebaliknya.
Pada penyakit Graves, mekanisme pengaturan ini tidak dapat berjalan dengan semestinya, akibatnya kadar hormon tiroid dalam tubuh meningkat (hipertiroid),
dan terjadilah kelainan di dalam tubuh dengan gejala yang sudah disebutkan diatas. Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang penyebabnya tidak diketahui. Wanita lebih sering terkena disbanding laki-laki, kira-kira 5:1. Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur, dengan insiden puncak pada usia 20-40 tahun.
Pengobatan
Walaupun mekanisme autoimun bertanggungjawab atas penyakit sindroma Graves ini, pengobatannya terutama ditujukan pada pengendalian hipertiroidiismenya.
Ada 3 cara pengobatan yaitu 1)terapi obat antitiroid 2) operasi 3) terapi iodine radioaktif.
Pengobatan dengan obat antitiroid seperti propil tiourasil (PTU) atau lainnya diberikan sampai penyakitnya mengalami remisi spontan, dimana kelenjar tiroid ukurannya kembali normal dan pasien dapat dikontrol dengan obat antitiroid dosis yang relatif kecil. . Lama terapi bervariasi berkisar dari 6 bulan sampai 15-20 tahun. .
Insidens kambuh kembali cukup tinggi.
Terapi bedah atau operasi, merupakan terapi pilihan untuk pasien dengan ukuran kelenjar tiroid yang sangat besar atau goiter multinoduler. Selain itu juga diindikasikan pada penderita yang tidak berhasil diobati dengan obat-obatan
Bila akan dilakukan operasi, penderita tidak boleh dalam keadaan hipertiroid, harus diobati dulu sampai keadaan eutiroid yaitu keadaan dimana kadar hormon tiroidnya dalam batas normal.
Bila dalam keadaan hipertiroid dilakukan operasi, akan sangat berbahaya, karena bisa terjadi keadaan yang disebut krisis tirotoksikosis atau “thyroid storm”.. Pada keadaan ini, pasien bisa panas tinggi , berkeringat banyak, muka kemerahan, jantung berdebar kencang dan tidak beraturan, tekanan nadi tinggi, kadang bisa terjadi gagal jantung. Bisa juga gejala susunan saraf seperti gelisah, sampai koma. Gejala lainnya bisa berupa diare, mual, muntah. Akibat yang paling fatal adalah gagal jantung, syok dan kematian.
Oleh karena itu, pada penderita gondok beracun, bila hendak menjalani operasi, tidak bisa langsung dilakukan operasi kapan saja, melainkan harus diobati dulu sampai keadaan hormon tiroid tubuhnya tenang. Pengobatan dengan obat-obat antitiroid dilanjutkan sampai kadar hormon tiroid dalam batas normal, kemudian juga diberikan cairan lugol selama 10 hari sebelum operasi 10 tetes sehari (5 tetes 2 kali sehari) untuk mengurangi vaskularitas kelenjar dan mempermudah operasi.
Pengobatan hipertiroid supaya menjadi eutiroid, membutuhkan waktu yang bervariasi. Bisa 1-2 bulan atau bahkan bisa lebih. Masalahnya terkadang pasien tidak sabar, dan sering putus asa atau bahkan memaksa minta segera dioperasi apapun resikonya. Dengan mengetahui resiko komplikasi yang akan terjadi bila operasi tetap dipaksakan pada keadaan hipertiroid, semoga para pasien menjadi lebih mengerti dan bersabar, karena tujuan dari operasi ini adalah mencapai kesembuhan dan menghindari terjadinya komplikasi.
Jenis operasi pada penyakit gondok beracun adalah pengangkatan seluruh kelenjar tiroid atau dengan meninggalkan sedikit jaringan yang masih normal. Bila semua kelenjar tiroid harus diangkat karena semua jaringannya sudah tidak normal, maka sesudahnya penderita harus minum obat hormon tiroid .
Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..
Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso
2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak

5 komentar:

  1. maaf penjelasan dokter terlalu panjang kita orang awam perlunya cara,pengobatannya,serta makanan dan minuman yang perlu dihindari.
    sekian dari saya yang juga penderita penyakit gondok beracun. tks benny

    BalasHapus
  2. benar... penjelasan dokter terlalu bertele-tele. coba di edit lgi dan di persingkat dengan bahasa orang awam.

    BalasHapus
  3. dokter bedah mengatakan : tidak berani ngoperasi, jika dipaksakan pasien akan meninggal...
    bagaimana prediksinya dokter...?

    BalasHapus
  4. akibat setelah dioperasi basanya terasa bagaimana dok

    BalasHapus
  5. Dok.....saya salah satu dari penderita gondok beracun dan sudah setahun terkena penyakit ini, yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah ada pengaruh yang berbahaya bila penyakit ini semakin lama saya derit
    2. Apakah penyakit ini penyakit turunan, karena ada salah satu sepupu saya juga mengidap penyakit yang sama.
    3. Berapa biaya Operasinya...?
    4. Dirumah sakit mana sebaiknya jika saya ingin melakukan operasi
    Mohon penjelasan Dokter, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
    Wassalam

    BalasHapus