Sabtu, 07 Maret 2009

KANKER KELENJAR GONDOK, BAGAIMANA CARA PENANGANANNYA ?

Tanya :
Dokter, ibu saya , umur 53 tahun, di leher bagian bawahnya ada benjolan sebesar telur ayam, yang dirasakan sudah sekitar satu tahun. Dalam dua bulan terakhir pada leher samping kanan dibagian pinggir dari benjolan tersebut muncul lagi benjolan seukuran telur puyuh. Saya jadi khawatir dok, Kira-kira penyakit apakah yang ibu saya derita ? Apakah tumor ? Ataukah kanker ? Apakah penyakit ibu saya tersebut masih dapat disembuhkan ? Bagaimana cara mengobatinya dok ?
Terimakasih atas jawaban dokter. ( Yeni, Sambas ).

Jawab :
Benjolan yang paling sering dijumpai di leher bawah terutama bila letaknya dekat tenggorokan biasanya berasal dari kelenjar gondok. Jadi kemungkinan tumor tersebut adalah tumor kelenjar gondok (tiroid). Tentunya harus diperiksa oleh dokter terlebih dahulu, mungkin bisa juga penyakit lainnya.
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok adalah suatu kelenjar endokrin yang tidak mempunyai saluran keluar, melekat pada tenggorokan, sehingga turut bergerak waktu menelan. Kelenjar gondok ini terdiri dari dua bagian atau dua lobus, yaitu lobus kiri dan lobus kanan di sebelah kiri dan kanan tulang rawan tenggorokan atau trachea. Kedua lobus dihubungkan oleh suatu jaringan yang disebut isthmus.
Fungsi kelenjar gondok adalah untuk memproduksi hormon-hormon yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme antara lain merangsang penggunaan oksigen dan pertukaran energi sehingga meningkatkan pembentukan panas pada tubuh. Selain itu pada anak-anak kelenjar ini juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Pembesaran kelenjar gondok pada orang dewasa dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, seperti infeksi, kekurangan yodium atau neoplasma.
Pada infeksi biasanya disertai riwayat adanya panas badan terlebih dahulu dan juga disertai rasa nyeri dan kemerahan di daerah benjolan tersebut. Pada infeksi pembesaran tumornya cepat dan jarang yang sampai bulanan. Kekurangan yodium biasanya terjadi di daerah endemis gondok, dimana pembesaran tumornya umumnya diffus atau merata di kiri maupun kanan.
Pada neoplasma yaitu pertumbuhan sel yang berlebihan, paling sering benjolannya adalah tunggal di kiri atau di kanan, namun terkadang bisa di kiri maupun kanan sekaligus.
Kapan Curiga Kanker Kelenjar Gondok ?
Kanker tiroid atau kelenjar gondok umumnya tergolong kanker dengan pertumbuhan yang lambat dan terkadang bisa tahunan. Angka kesakitan maupun angka kematian kanker ini relatif rendah. Namun sebagian kecil ada yang tumbuh cepat dan sangat ganas dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Laki-laki relatif lebih sering terkena dibanding kaum perempuan. Dari segi usia, terdapat dua puncak umur yang sering terjadi yaitu usia diatas 40 tahun pada laki-laki dan diatas usia 50 tahun untuk perempuan. Selain itu juga pada kelompok usia kurang dari 20 tahun.
Penyebab pasti kanker tiroid hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun ada dua hal yang sering disebut sebagai faktor yang berperan untuk timbulnya kanker tiroid khususnya untuk jenis kanker tiroid golongan berdifferensiasi baik, yaitu fakor radiasi dan endemik goiter. Endemik goiter adalah pembesaran kelenjar gondok karena kekurangan zat yodium di dalam tubuh yang terjadi di daerah endemis. Pada jenis kanker tiroid medulare, diduga ada faktor keturunan sebagai faktor penyebab.
Suatu tumor tiroid diduga ganas atau mengarah pada dugaan kanker apabila pada penderita didapatkan hal-hal sebagai berikut :
1. Pada riwayat penyakit penderita ditemukan data antara lain :
a. Pernah mendapat radiasi waktu kecil.
b. Jenis kelamin laki-laki dengan usia diatas 40 tahun atau wanita diatas 50 tahun
c. Ada riwayat pada anggota keluarga yang menderita kanker tiroid.
d. Tumor atau benjolan yang tunggal atau disebut nodul soliter.
e. Pembesaran nodul atau benjolan tiroid yang relatif cepat dan tanpa nyeri.
f. Adanya suara serak, nyeri menelan, sukar bernafas atau sesak.
g. Didapatkan pembesaran kelenjar getah bening di leher samping.
h. Adanya benjolan pada tulang kepala, adanya nyeri pada tulang belakang.
2. Pada pemeriksaan , didapatkan benjolan atau nodul tiroid yang keras, batas tidak
tegas. Juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di leher samping.
Dengan pemeriksaan penunjang didapatkan nodul dingin pada sidik tiroid, adanya kalsifikasi pada foto soft tissue leher. Pada foto thoraks ditemukan adanya gambaran metastasis pada paru-paru.
Untuk menduga ke arah kanker tiroid dari suatu benjolan tiroid, tidak perlu semua faktor yang disebutkan itu harus ada, tetapi cukup beberapa faktor saja ditemukan sudah cukup untuk menduga ganas, sampai nantinya dibuktikan apakah memang benar ganas atau jinak.
Kepastian suatu tumor tiroid adalah ganas atau kanker , apabila sudah dibuktikan dengan pemeriksaan patologi anatomi, dimana biasanya dilakukan pemeriksaan patologi anatomi setelah diangkat tumor tiroid itu dengan cara operasi.

Cara Mengobatinya
Tumor tiroid umumnya berupa benjolan tidak nyeri, berupa nodul atau benjolan tunggal, pengobatannya adalah dengan cara operasi. Pada tahap pertama dilakukan pengangkatan benjolan dan kelenjar tiroid yang terkena, kemudian hasil jaringan tersebut dikirim untuk diperiksa jenis histopatologi atau patologi anatominyan.
Bila hasil PA dinyatakan jinak, maka hanya benjolan itu saja dengan tiroid yang terkena saja yang diangkat, dan sesudahnya tidak ada pengobatan lanjutkan.
Bila hasilnya ganas atau kanker tiroid , maka tindakan pengobatannya tergantung pada stadium dan jenis histopatologi kankernya. Tindakan pada kanker tiroid adalah pengangkatan seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi total)
Bila sudah ada penyebaran ke kelenjar getah bening leher, maka selain tiroidektomi total , juga dilakukan diseksi atau pembersihan seluruh kelenjar getah bening leher yang terkena secara radikal (diseksi leher radikal).
Di Rumah Sakit yang sudah maju dan sudah ada pemeriksaan histopatologi potong beku, maka operasi dapat dilakukan satu tahap. Namun bila sarana pemeriksaan ini belum ada, maka operasi menjadi dua tahap atau dua kali operasi.
Setelah dilakukan tiroidektomi total harus dialnjutkan dengan pengobatan :
1).. 4-6 minggu setelah tiroidektomi total, dilakukan sidik seluruh tubuh untuk mencari sisa jaringan tiroid atau adanya metastasis di tempat lain.
a. Bila tidak ditemukan sisa jaringan tiroid atau metastasis ,langsung diberikan hormon tiroid.
b. Bila masih ada sisa jaringan tiroid atau metastasis, maka diberikan yodium 131 terlebih dahulu, baru satu minggu kemudian diberikan hormon tiroid.
2).. 6 bulan kemudian dilakukan sidik tiroid / seluruh tubuh ulangan. Bila hasilnya tidak ditemukan metastasis ,maka hormon tiroid diberikan kembali. Namun bila ada metastasis, diberikan yodium 131 dulu baru kemudian diberikan hormon tiroid satu minggu sesudahnya.
3). Prosedur tersebut diulangi sampai tidak ditemukan lagi adanya metastasis , dan setelah itu sidik seluruh tubuh diulangi :
- setiap 6 bulan selama 2 tahun pertama.
- setiap tahun selama tiga tahun berikutnya.
- selanjutnya setiap 2-3 tahun sekali.
Pada kasus-kasus tertentu, bila kanker tiroid ditemukan pada wanita kurang dari 50 tahun atau laki-laki kurang dari 40 tahun, dengan kanker tiroid stadium dini yaitu, ukuran kanker kurang dari 5 cm , belum ada infiltrasi ke jaringan sekitarnya, belum ada metastasis ke kelenjar getah bening leher dan belum ada metastasis jauh ke tulang kepala, ke tulang belakang dan ke paru, sebagian para ahli mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan tiroid yang terkena kanker beserta kankernya sedangkan tiroid sebelahnya tidak diangkat. Namun pada kasus ini penderita harus di follow up secara ketat. Pada kelompok ini, sesudah operasi penderita tidak perlu minum obat hormon tiroid seumur hidup.
Pada jenis kanker tiroid anaplastik, yaitu yang tingkat keganasannya tinggi, dengan sifat tumornya cepat sekali membesar dan infiltrasi atau menyusup ke jaringan sekitar sehingga dapat menyumbat jalan nafas, tindakannya adalah dengan radiasi eksterna, setelah terlebih dahulu dilakukan biopsi dan pemeriksaan patologi anatomi.
Pada karsinoma tiroid yang awalnya berdifferensiasi baik, suatu saat dapat berubah menjadi ke golongan anaplastik. Pada jenis karsinoma anaplastik inilah tingkat harapan kesembuhannya yang paling kecil, dan sangat membahayakan. Apalagi di Pontianak belum ada fasilitas radioterapi sehingga untuk kanker golongan ini mutlak harus dikirim penderitanya ke Jawa yang memiliki sarana radioterapi.
Segeralah ibu sdr diperiksakan ke dokter, agar dapat ditegakkan diagnosisnya dan mendapat pengobatan yang tepat.
Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye jaya Medika) di Jl. A.R. Saleh (BLKI) No A-5. telp. 0561-583999.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar