Sabtu, 07 Maret 2009

MAU OPERASI TUMOR KELENJAR GONDOK, TAKUT SUARA HILANG

Tanya :
Dokter, saya wanita , umur 34 tahun, di leher depan bagian bawah saya ada benjolan sebesar bola pimpong, yang sudah saya rasakan sekitar 2 tahun. Saya sudah berobat ke dokter, dan dikatakan tumor kelenjar gondok dan harus dilakukan operasi. Saya sebetulnya ingin dioperasi, tetapi menurut informasi yang saya peroleh, kalau dioperasi, maka ada resiko suara saya menjadi hilang, saya jadi takut. Apakah hal ini benar dok ? Kalau tidak dioperasi apa bahayanya ? Apa bisa diobati dengan cara lain selain operasi ? Terimakasih atas jawabannya. (Ny. Ida, Pontianak).

Jawab :
Benjolan atau tumor di leher depan dapat disebabkan oleh kelainan pada kelenjar gondok (kelenjar tiroid) , karena letak kelenjar gondok ada di leher depan bagian bawah, kalau pada laki-laki letaknya di samping kiri dan kanan jakun. Setiap pembesaran dari kelenjar gondok atau tiroid, disebut struma atau goiter.
Pembesaran kelenjar gondok disebabkan 4 macam kelainan yaitu pembesaran kelenjar tiroid yang fungsional akibat kekurangan yodium, kemudian karena pertumbuhan sel abnormal atau neoplasma baik yang jinak maupun yang ganas atau kanker, bisa juga karena inflamasi atau peradangan baik akut maupun kronis. Selain itu bisa karena kelainan bawaan atau congenital yang dibawa sejak lahir.
Benjolan pada kelenjar gondok yang sering dijumpai adalah struma non toksik, yaitu pembesaran kelenjar gondok yang biasanya disebabkan kekurangan yodium yang kronis. Gejalanya adalah adanya kelenjar gondok yang membesar dengan lambat bahkan tahunan. Jika struma ini ukurannya besar, maka dapat menyebakan gangguan mekanis berupa penekanan pada trakea atau jalan nafas sehingga menyebabkan kesukaran bernafas. Juga bisa mendesak saluran makanan sehingga menyebabkan sulit menelan. Umumnya kesehatan penderita tidak terganggu dan tidak ada keluhan rasa sakit.
Gejala tumor kelenjar gondok adalah berupa adanya benjolan di leher depan bawah. Kalau menelan , maka benjolan itu akan ikut bergerak naik saat menelan. Bila tumor kelenjar gondok jinak maka pembesarannya relatif lambat , bisa tahunan. Sedangkan bila ganas atau kanker, maka pembesarannya relatif cepat.
Benjolan bisa terjadi hanya pada satu sisi saja apakah dikanan atau di kiri atau ditengah, namun bisa juga di kedua tempat baik kiri maupun kanan , atau bisa juga di tengah-tengah leher bagian bawah
Dokter akan mendiagnosa apakah benjolan itu memang suatu neoplasma atau pertumbuhan sel abnormal, inflamasi atau lainnya. Tentunya pengobatannya disesuaikan dengan diagnosisnya. Kalau suatu inflamasi atau peradangan, maka dapat diobati dengan obat-obatan. Tetapi kalau suatu neoplasma atau daging tumbuh maka pengobatannya harus dengan operasi.


Komplikasi Operasi :
Operasi pengangkatan tumor kelenjar gondok memang ada resiko terjadi komplikasi. Namun dengan persiapan yang baik disertai tehnik operasi yang baik dan doa, Insya allah resiko itu dapat dihindarkan, walaupun tidak mutlak.
Sebelum operasi biasanya dilakukan serangkaian pemeriksaan, khusunya pada kadar hormon tiroid, dimana kadar hormon tiroid ini harus berada dalam ambang batas normal , tidak boleh kekurangan atau kelebihan dari batas yang sudah ditentukan.
Bila kadarnya lebih tinggi atau lebih rendah dari batas yang ditentukan, maka harus diobati dulu sampai mencapai batas ambang normal.
Resiko komplikasi yang mungkin terjadi antara lain, perdarahan, cedera saraf yang mengurus pita suara yaitu saraf atau nervus Recurrent laryngeus, obstruksi jalan nafas, dan lainnya.
Pada keadaan normal, kelenjar gondok besarnya sekitar 2x2,5x0,75 inchi. Namun bila sudah menjadi tumor, ukurannya bisa beberapa kali lipat.
Diantara bagian bawah kelenjar gondok dan saluran nafas (trakea), berjalan suatu saraf yang disebut Nervus Reccurens Laryngeus, yang tugasnya adalah memberi persarafan pada pita suara. Ukurannya sangat kecil, dan terdapat beberapa variasi letak dan perjalanan saraf ini.
Pada saat operasi saraf tersebut bisa saja terpotong atau terikat atau karena hal lainnya. Bila salah satu saraf ini cedera apakah di bagian kanan atau bagian kiri ,maka dapat mengakibatkan perbahan pada suara , dimana suara dapat berubah menjadi serak atau hilang. Bila kedua saraf ini cedera, maka dapat mengakibatkan sumbatan jalan nafas.
Jadi pada operasi tumor kelenjar gondok , memang ada resiko saraf recurrent laryngeus cedera yang dapat mengakibatkan suara menjadi serak atau hilang, jadi bukan pita suaranya yang cedera melainkan saraf yang mengatur pergerakan pita suara tersebut.
Apa resikonya bila tidak dioperasi ? Resikonya adalah tumor tetap ada dan semakin membesar, yang dapat menyebabkan gangguan menelan atau pernafasan. Selain itu juga ada resiko terjadinya keganasan, terutama bila tumor kelenjar gondoknya berbentuk noduler atau benjolan tunggal pada wanita diatas 50 tahun atau laki-laki diatas usia 40 tahun.
Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..
Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso
2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak

3 komentar:

  1. Mau Share Ya. Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit, termasuk masalah kelenjar gondok, yang bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyatakan dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com
    semoga bermanfaat
    Rahmah

    BalasHapus
  2. Terimakasih Doc buat artikelnya pas banget dengan saya yg saat ini sedang mikir2 mau operasi apa tidak karena tiroid saya skrng ini dulu posisinya di samping leher tapi skrng udh turun ke bawah depan leher itu besarnya 2x besarnya telor ayam. Kadang sesak dan jantung saya berdebar dan jadi lemas. Urat2 di leher juga kadang nyeri2 begitu. Asli doc saya takut sekali dengan yg namanya operasi, tetapi sepertinya udah gak ada jalan keluar lagi selain harus operasi. Kalau boleh tahu setelah pasca operasi untuk sembuh totalnya butuh berapa lama? karena saya saat ini masih kerja. Terimakasih atas informasinya. Salam Titi

    BalasHapus
  3. Slmt malam dok,ini saya mau tanya istriku habis oprasi uci uci slang beberapa bulan kok kadang kadang merasakan sakit itu Knp ya dok,operasinya di taiwan maklum jdi tkw padahal diperiksakan lgi enggk apa apa saya jadi bingung.. Oiya uci uniknya di payudara dok.. Mohon penjelasannya

    BalasHapus