Sabtu, 07 Maret 2009

PAP SMEAR PENTING UNTUK DETEKSI DINI KANKER LEHER TAHIM

Tanya:
Dokter, saya wanita umur 36 tahun. Ibu saya meninggal karena kanker leher rahim. Bagaimana cara pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim? Apakah saya wajib untuk melakukannya?
Kapan saya harus melakukan pemeriksaan itu? Berapa kalikah saya harus memeriksakan diri? Saya takut terkena kanker leher rahim seperti ibu saya dok. Dapatkan penyakit kanker leher rahim dicegah?
Terima kasih atas jawaban dokter. (Susi, Pontianak)

Jawab:
Kanker leher rahim merupakan kanker tersering yang ditemukan pada wanita, dengan angka kematian yang tertinggi. Hampir 75% persen dari keganasan pada alat kelamin wanita terjadi di daerah leher rahim atau serviks. Leher rahim adalah bagian rahim yang terletak di antara rongga rahim (uterus) dan vagina.
Leher rahim berbentuk silindrik berukuran panjang 3 cm dan diameter 2,5 cm, merupakan alat yang sangat banyak mengalami perubahan terutama pada wanita yang sering melahirkan (multipara). Pada daerah ini terdapat daerah atau zona peralihan antara serviks yang kearah dalam dan serviks yang kearah luar, dimana terjadi juga perubahan bentuk sel dan merupakan daerah rawan untuk mulai terjadinya perubahan-perubahan pada epitel.
Pada stadium dini, kanker leher rahim sering tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang khas, terkadang tidak ada gejala sama sekali, atau kadang-kadang keluar keputihan sampai pendarahan sesudah senggama.
Pada stadium lanjut, kanker leher rahim sering memberikan gejala :
- pendarahan sesudah senggama.
- Keluar keputihan atau cairan encer dan vagina.
- Pendarahan sesudah mati haid atau menopause.
- Keluar cairan kekuning-kuningan berbau dan dapat bercampur dengan darah.
Penyebab kanker leher rahim yang pasti hingga saat ini belum diketahui pasti, namun ada berbagai faktor resiko untuk terkena kanker leher rahim, yaitu:
- mulai melakukan hubungan seks pada usia muda.
- Sering berganti-ganti pasangan seks.
- Sering menderita infeksi di daerah kelamin.
- Melahirkan banyak anak.
- Kebiasaan merokok.

Pemeriksaan Pap Smear :
Kanker leher rahim dimulai dari tahap yang disebut pra-kanker (pra=sebelum), yaitu adanya lesi atau kelainan pada perubahan-perubahan epitel leher rahim menuju keganasan. Keadaan prakanker ini oleh WHO atau World Health Organization digambarkan sebagai displasia yaitu adanya perubahan atipik pada sebagian ketebalan epitel serviks. Dari lesi pra-kanker sampai menjadi kanker leher rahim membutuhkan waktu bertahun-tahun, bisa beberapa tahun sampai puluhan tahun. Dari hasil penelitian dan melihat data yang ditemukan dan dilaporkan dalam kepustakaan maka seharusnya kanker leher rahim dapat dicegah.
Pap Smear adalah pemeriksaan sitologi apusan serviks atau leher rahim. Dengan Pap Smear atau Pap Test ini, terutama bila dilakukan dengan teratur, maka adanya lesi pra-kanker berupa adanya sel displasia yang ada di permukaan lapisan leher rahim akan dapat terdeteksi. Sehingga cara pemeriksaan ini dapat digunakan untuk deteksi dini kanker leher rahim dan dijadikan sebagai alat untuk melakukan skrining atau check up kanker leher rahim stadium dini.
Pemeriksaan Pap Smear relatif tidak sakit, cepat, biayanya terjangkau, dapat dilakukan di berbagai sarana kesehatan, seperti Rumah Sakit, Rumah Bersalin, Puskesmas, Praktek Dokter spesialis kandungan, praktek dokter umum dan bidan yang telah mempunyai peralatan dan telah dilatih untuk melakukan Pap Smear.
Pap Smear pemeriksaannya dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih, dengan menggunakan alat untuk membantu membuka liang senggama. Ujung leher diusap dengan suatu alat yang disebut Spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-selnya dibawah mikroskop oleh seorang patolog dengan cara pemeriksaan patologi anatomi, yang saat ini sudah dapat dilakukan di Rumah Sakit Soedarso karena sudah ada dokter patologi anatomi.
Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui sel-sel leher rahim apakah sehat atau tidak, menentukan jenis kelainan apakah radang atau keganasan, menentukan derajat kelainan. Selain itu diperoleh informasi mengenai adanya radang atau tidak dan penyebab peradangan apakah kuma, jamur atau parasit.
Laporan hasil pemeriksaan sitologi oleh seorang patolog akan memuat data-data mengenai interpretasi dan anjuran sebagai berikut:
1. Negatif : artinya pada sediaan apus tidak ditemukan sel abnormal atau ganas. Anjuran pemeriksaan diulang 1 tahun lagi.
2. Inkonklusif : sediaan tidak memuaskan.
Hal ini bisa terjadi karena proses fiksasi kurang baik, tidak ditemukan sel endoserviks, radang sangat padat sehingga gambaran sel tidak jelas, terlalu banyak darah sehingga gambaran sel kabur.
3. Displasia : Ditemukan sel-sel diskariotik dalam sediaan apus.
Derajatnya : ringan, sedang dan keras sampai karsinoma in situ atau lesi pra-kanker.
Anjuran : Kolposkopi dan biopsi terarah.
Penanganan lebih lanjut harus dilakukan, pengamatan setelah penanganan harus dilakukan paling sedikit 6 bulan berikutnya.
4. Positif : Didapatkan sel-sel ganas pada sediaan apus.
Ajuran : diperlukan biopsi untuk memastikan diagnosis.
Penanganan dilakukan di Rumah Sakit Rujukan oleh dokter ahli kandungan.
Kapan harus dilakukan pemeriksaan Pap Smear? Pemeriksaan Pap Smear dilakukan setahun sekali bagi wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seksual, terutama wanita yang sudah berusia 35 tahun ke atas, multipara ataupun wanita dengan faktor resiko lainnya. Bagi yang tidak memiliki faktor resiko juga tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri, siapa tahu ternyata ada lesi pra-kanker. Apabila hasil pemeriksaan Pap Smear ternyata positif, di mana didapatkan sel-sel ganas, maka harus segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh seorang ahli kandungan.
Saat ini kematian karena kanker leher rahim masih tinggi. Mengapa? Salah satu penyebabnya adalah karena penderita kanker leher rahim umumnya berobat ke dokter saat stadium sudah lanjut, dimana kankernya sudah menyebar kemana-mana, akibatnya pengobatan yang ideal tidak dapat dilakukan lagi, dan akhirnya dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Semua itu adalah karena kelalaian yang sebenarnya tidak perlu terjadi, seandainya para wanita, terutama yang beresiko terkena kanker leher rahim mau memeriksakan diri untuk dilakukan Pap Smear, sehingga bila ditemukan penyakitnya masih stadium dini dan pengobatan akan memberikan hasil yang baik.
Prinsipnya kanker leher rahim dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor resiko yang sudah disebutkan dan deteksi dini dengan pemeriksaan Pap Smear. Nach, Ny. Susi, saya kira pertanyaan anda sudah terjawab, mudah-mudahan anda segera memeriksa diri untuk dilakukan pemeriksaan Pap Smear, apalagi anda mempunya faktor resiko.
Pelajaran dari kasus ini adalah bagi para wanita yang memiliki faktor resiko terkena kanker leher rahim, segeralah periksa Pap Smear yang relatif cepat, murah dan dapat dilakukan di Pontianak, karena saat ini sudah ada dokter ahli patologi anatomi yang dapat memeriksa hasil Pap Smear. Deteksi dini lebih penting dibandingkan diketahui penyakit kankernya sudah stadium lanjut!!
Tulisan ini dibuat bersama oleh:
1. Dr. Yusuf Heriady, SpB, SpBonk, Ketua Tim Kanker RSUD SOEDARSO
2. Dr. Hengky Hartono SpPA (Spesialis Patologi Anatomi), Wakil Ketua Tim Kanker RSUD SOEDARSO

1 komentar:

  1. Cara praktis dan telah banyak terbukti tentang rahasia ramuan herbal khusus untuk memberantas, mengobati, mengatasi, menyembuhkan, membersihkan, dan mencegah keputihan pada wanita. Kunjungi blog ini: http://mengatasikeputihan.blogspot.com

    BalasHapus